UIN Sunan Gunung Djati Bandung https://uinsgd.ac.id/ Wahyu Memandu Ilmu Fri, 03 Jul 2026 02:49:43 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://uinsgd.ac.id/wp-content/uploads/2020/02/Logo__uinsgd_official-removebg-preview-2-150x150.png UIN Sunan Gunung Djati Bandung https://uinsgd.ac.id/ 32 32 Keterangan Pengisian BKD dan LKD di Sister https://uinsgd.ac.id/keterangan-pengisian-bkd-dan-lkd-di-sister/ https://uinsgd.ac.id/keterangan-pengisian-bkd-dan-lkd-di-sister/#respond Fri, 03 Jul 2026 02:30:05 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69215 UINSGD.AC.ID (Humas) — Sehubungan dengan edaran pelaksanaan pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) dan Laporan Kinerja Dosen (LKD), disampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. […]

The post Keterangan Pengisian BKD dan LKD di Sister appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — Sehubungan dengan edaran pelaksanaan pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) dan Laporan Kinerja Dosen (LKD), disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pengisian BKD dan LKD pada aplikasi SISTER dimaksudkan sebagai upaya fasilitasi dan kemudahan bagi dosen dalam proses pengusulan kenaikan jabatan akademik dan kepangkatan, mengingat aplikasi tersebut telah menjadi bagian dari ekosistem layanan yang digunakan dalam proses penilaian jabatan akademik dosen.

2. Pengisian BKD dan LKD pada aplikasi SISTER terutama bagi bagi dosen yang akan segera atau dalam proses pengusulan kenaikan jabatan akademik dan kepangkatan ke lintas kementerian.

3. Tenggat waktu pengisian BKD dan LKD pada aplikasi Sister mengikuti asas kelonggaran waktu, dapat dilakukan pada setiap waktu selama periode semester genap 2026 berjalan.

4. Pengisian BKD dan LKD pada aplikasi SISTER tidak menggantikan kewajiban pengisian BKD dan LKD pada Sistem Informasi Pegawai (SIP) serta aplikasi internal UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah ditetapkan melalui kebijakan universitas.

5. BKD dan LKD yang diinput melalui SIP dan aplikasi internal universitas tetap merupakan dokumen utama (official record) yang menjadi dasar administrasi universitas, khususnya sebagai rujukan dalam:

a. pembayaran tunjangan profesi/sertifikasi dosen;

b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja dosen;

c. penyediaan dokumen pada pemeriksaan oleh aparat pengawasan internal maupun eksternal, termasuk Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK); dan

d. kepentingan administratif lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan universitas.

6. Dengan demikian, setiap dosen yang berkepentingan mengusulkan kenaikan jabatan akademik atau kepangkatan dianjurkan untuk mengisi data BKD dan LKD pada aplikasi SISTER secara benar dan lengkap, tanpa mengabaikan kewajiban pengisian BKD dan LKD pada SIP serta aplikasi internal universitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian keterangan ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

 

Bandung, 03 Juli 2026

Ija Suntana, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Sunan Gunung Djati Bandung

The post Keterangan Pengisian BKD dan LKD di Sister appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/keterangan-pengisian-bkd-dan-lkd-di-sister/feed/ 0
Posisi Perempuan dalam Islam: Dimuliakan, Dihormati, dan Memiliki Peran Penting https://uinsgd.ac.id/posisi-perempuan-dalam-islam-dimuliakan-dihormati-dan-memiliki-peran-penting/ https://uinsgd.ac.id/posisi-perempuan-dalam-islam-dimuliakan-dihormati-dan-memiliki-peran-penting/#respond Fri, 03 Jul 2026 00:30:48 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69038 UINSGD.AC.ID (Humas) — Islam memandang perempuan sebagai sosok yang memiliki kedudukan mulia dan peran penting dalam kehidupan. Sejak awal datangnya ajaran Islam, berbagai […]

The post Posisi Perempuan dalam Islam: Dimuliakan, Dihormati, dan Memiliki Peran Penting appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — Islam memandang perempuan sebagai sosok yang memiliki kedudukan mulia dan peran penting dalam kehidupan. Sejak awal datangnya ajaran Islam, berbagai bentuk ketidakadilan terhadap perempuan mulai dihapuskan.

Islam memberikan hak-hak yang sebelumnya tidak dimiliki perempuan, seperti hak memperoleh pendidikan, (kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung), memiliki harta, memilih pasangan, hingga berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak membedakan derajat laki-laki dan perempuan dalam hal kemuliaan di hadapan Allah SWT. Yang membedakan keduanya hanyalah ketakwaannya.

Berikut beberapa bentuk kemuliaan perempuan dalam Islam.

1. Perempuan Memiliki Kedudukan yang Mulia

Islam mengajarkan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang terhormat. Seorang perempuan dihargai sebagai anak, saudara, istri, maupun ibu. Bahkan, Rasulullah SAW menempatkan ibu pada posisi yang sangat istimewa karena jasa dan pengorbanannya dalam membesarkan anak.

2. Berhak Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Dengan ilmu, perempuan dapat mengembangkan potensi dirinya, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mendidik generasi yang berkualitas.

3. Memiliki Hak dalam Kepemilikan Harta

Islam memberikan hak kepada perempuan untuk memiliki, mengelola, dan menggunakan hartanya sendiri. Hak tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kebebasan dalam urusan kepemilikan sesuai dengan ketentuan syariat.

4. Berperan dalam Kehidupan Bermasyarakat

Perempuan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, ekonomi, maupun dakwah. Selama tetap menjaga nilai-nilai Islam, perempuan dapat memberikan manfaat melalui kemampuan dan keahliannya.

5. Kemuliaan Diukur dari Ketakwaan

Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketakwaannya kepada Allah SWT. Oleh karena itu, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk beramal saleh dan meraih derajat yang mulia di sisi-Nya.

Islam memberikan penghormatan yang tinggi kepada perempuan dengan menghadirkan berbagai hak dan tanggung jawab yang seimbang. Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa perempuan bukan hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan beradab.

Dengan memahami ajaran Islam secara utuh, diharapkan lahir sikap saling menghormati dan menghargai peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. (Anggun Pratama Putri / Magang)

The post Posisi Perempuan dalam Islam: Dimuliakan, Dihormati, dan Memiliki Peran Penting appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/posisi-perempuan-dalam-islam-dimuliakan-dihormati-dan-memiliki-peran-penting/feed/ 0
Berdaya Saing Global, Dosen Prodi Ilmu Politik Ikuti Simposium Internasional di Universiti Malaya https://uinsgd.ac.id/berdaya-saing-global-dosen-prodi-ilmu-politik-ikuti-simposium-internasional-di-universiti-malaya/ https://uinsgd.ac.id/berdaya-saing-global-dosen-prodi-ilmu-politik-ikuti-simposium-internasional-di-universiti-malaya/#respond Thu, 02 Jul 2026 23:05:52 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69199 UINSGD.AC.ID (Humas) — Komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperkuat daya saing global terus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. […]

The post Berdaya Saing Global, Dosen Prodi Ilmu Politik Ikuti Simposium Internasional di Universiti Malaya appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — Komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperkuat daya saing global terus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya ditunjukkan oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Politik, Dr. Hasan Mustapa, S.Fil.I., M.Si., yang terpilih sebagai peserta The UM Giving 2026 Symposium: Driving Social Impact Investment Through Social Value di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (5/5/2026).

Simposium internasional itu diselenggarakan oleh UM Giving, pusat filantropi Universiti Malaya yang mengelola penghimpunan dan pendistribusian berbagai bentuk kontribusi, seperti zakat, wakaf, infak, dan donasi. Melalui forum ini, para peserta berdiskusi mengenai penguatan investasi berdampak sosial serta tata kelola filantropi yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dari semua pihak, terutama dekanat dan rektorat, saya bisa mengikuti simposium bergengsi di Malaysia. Banyak pengalaman dan wawasan yang diperoleh, khususnya mengenai bagaimana kontribusi filantropi dikelola secara strategis untuk mendukung pengembangan mahasiswa, memperkuat penelitian, serta mendorong transformasi universitas,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Welcoming Speech oleh Direktur Eksekutif UM Giving, Associate Professor Dr. Azni Zarina Taha. Selanjutnya, Keynote Speech I disampaikan oleh Vice Chancellor Universiti Malaya, Professor Dato Seri Ir. Dr. Noor Azuan Abu Osman, disusul Keynote Speech II oleh Dr. Adam Richards, Senior Advisor/Consultant Social Value International (SVI).

Simposium ini menghadirkan Prof. Dr. Ainurul Rosli dari Hult International Business School, Inggris, yang memaparkan materi bertajuk Social Value Data, Governance, and Action Planning for the Future.

Hasan berharap pengalaman yang diperoleh dari forum internasional tersebut dapat menjadi bekal dalam memperkaya proses pembelajaran di kampus. “Mudah-mudahan berbagai praktik baik yang dipelajari dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran yang lebih inovatif dan memberikan manfaat bagi mahasiswa,” tuturnya.

H. Asep Dadan Wildan, M.A., dosen FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang alumni Universiti Malaya, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama yang telah terjalin antara FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universiti Malaya.

“Pertukaran pengetahuan melalui forum internasional dapat melahirkan berbagai gagasan baru dalam pengelolaan filantropi perguruan tinggi agar mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan infrastruktur, peningkatan fasilitas pembelajaran, serta mendukung transformasi kampus,” tuturnya.

Dengan adanya partisipasi aktif dalam forum internasional seperti ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperluas jejaring akademik global dan memperkuat kapasitas dosen dalam menghadirkan inovasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Langkah ini diharapkan semakin memperkokoh posisi universitas sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat internasional,” pungkasnya.

The post Berdaya Saing Global, Dosen Prodi Ilmu Politik Ikuti Simposium Internasional di Universiti Malaya appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/berdaya-saing-global-dosen-prodi-ilmu-politik-ikuti-simposium-internasional-di-universiti-malaya/feed/ 0
Tips Menulis Artikel yang Menarik dan Mudah Dipahami https://uinsgd.ac.id/tips-menulis-artikel-yang-menarik-dan-mudah-dipahami/ https://uinsgd.ac.id/tips-menulis-artikel-yang-menarik-dan-mudah-dipahami/#respond Thu, 02 Jul 2026 11:30:53 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69034 UINSGD.AC.ID (Humas) — Menulis artikel merupakan salah satu cara untuk menyampaikan informasi, gagasan, maupun opini kepada pembaca secara sistematis. Artikel yang baik […]

The post Tips Menulis Artikel yang Menarik dan Mudah Dipahami appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — Menulis artikel merupakan salah satu cara untuk menyampaikan informasi, gagasan, maupun opini kepada pembaca secara sistematis. Artikel yang baik tidak hanya berisi informasi yang akurat, tetapi mampu menarik perhatian pembaca sejak paragraf pertama hingga akhir. Oleh karena itu, penulis perlu memahami beberapa hal penting agar artikel yang dibuat lebih efektif dan nyaman dibaca.

Berikut beberapa tips menulis artikel yang dapat diterapkan, khususnya bagi mahasiswa maupun pemula.

1. Tentukan Topik yang Jelas

Langkah pertama dalam menulis artikel adalah menentukan topik yang spesifik. Topik yang jelas akan membantu penulis lebih fokus dalam mengembangkan isi tulisan sehingga pembahasan tidak melebar ke mana-mana.

2. Kenali Target Pembaca

Sebelum mulai menulis, pahami terlebih dahulu siapa yang akan membaca artikel tersebut. Artikel untuk mahasiswa tentu memiliki gaya bahasa yang berbeda dengan artikel untuk masyarakat umum. Dengan mengenali target pembaca, penulis dapat memilih bahasa dan penyampaian yang lebih tepat.

3. Buat Judul yang Menarik

Judul menjadi hal pertama yang dilihat pembaca. Oleh karena itu, buatlah judul yang singkat, jelas, dan mampu menggambarkan isi artikel. Hindari judul yang terlalu panjang atau membingungkan.

4. Susun Artikel Secara Sistematis

Artikel yang baik memiliki struktur yang jelas, mulai dari pendahuluan, isi, hingga penutup. Susunan yang rapi akan memudahkan pembaca memahami informasi yang disampaikan.

5. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang atau istilah yang sulit dipahami tanpa penjelasan. Gunakan bahasa yang sederhana, efektif, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia agar pesan dapat diterima dengan baik oleh pembaca.

6. Lakukan Penyuntingan Sebelum Dipublikasikan

Setelah artikel selesai ditulis, luangkan waktu untuk membaca kembali isi tulisan. Periksa kesalahan ejaan, tanda baca, maupun kalimat yang kurang efektif. Proses penyuntingan sangat penting untuk meningkatkan kualitas artikel sebelum dipublikasikan.

Menulis artikel merupakan keterampilan yang dapat terus berkembang melalui latihan dan pengalaman. Semakin sering menulis, semakin mudah pula seseorang menyusun ide secara runtut dan menarik. Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan artikel yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan menarik minat pembaca. (Anggun Pratama Putri / Magang)

The post Tips Menulis Artikel yang Menarik dan Mudah Dipahami appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/tips-menulis-artikel-yang-menarik-dan-mudah-dipahami/feed/ 0
Jadwal Pembayaran UKT Mahasiswa Lama Semester Ganjil 2026/2027 https://uinsgd.ac.id/jadwal-pembayaran-ukt-mahasiswa-lama-semester-ganjil-2026-2027/ https://uinsgd.ac.id/jadwal-pembayaran-ukt-mahasiswa-lama-semester-ganjil-2026-2027/#respond Thu, 02 Jul 2026 03:30:33 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69139 UINSGD.AC.ID (Humas) — Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Nomor: B-349/Un.05/1.1/PP.00.9/05/2026 tanggal 11 Mei 2026 tentang Kalender Akademik Tahun Akademik […]

The post Jadwal Pembayaran UKT Mahasiswa Lama Semester Ganjil 2026/2027 appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Nomor: B-349/Un.05/1.1/PP.00.9/05/2026 tanggal 11 Mei 2026 tentang Kalender Akademik Tahun Akademik 2026/2027, dengan hormat kami informasikan bahwa:

1. Jadwal pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa Program Sarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 UIN Sunan Gunung Djati Bandung dilaksanakan pada tanggal 06 Juli 2026 sampai dengan 14 Agustus 2026;

2. Mahasiswa dapat memilih melakukan pembayaran pada bank yang bermitra dalam pelayanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung diantaranya, Bank Mega Syariah (BMS), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, dan Bank Muamalat Indonesia (BMI);

3. Sebelum melakukan pembayaran mahasiswa wajib mengakses aplikasi SALAM menu Keuangan dan menu Tagihan UKT untuk memilih bank, mendapatkan kode virtual account dan mengetahui jumlah tagihan UKT;

4. Berdasarkan Buku Pedoman Akademik, mahasiswa yang lulus Sidang Munaqosah maksimal bulan Agustus 2026 tidak membayar UKT Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dengan ketentuan telah melunasi pembayaran UKT. Adapun mahasiswa yang sudah lulus sebelum semester 8 tetap membayar UKT untuk delapan semester sesuai dengan ketentuan;

5. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 204 Tahun 2026 tentang Uang kuliah Tunggal pada Perguruan tinggi Keagamaan Islam Negeri Tahun 2026/2027, bahwa mahasiswa melebihi semester 12 diberlakukan 50% (lima puluh persen) dari besaran UKT yang ditetapkan.

6. Mahasiswa yang masih mempunyai tunggakan UKT diharapkan menghubungi Bagian Keuangan UIN SGD Bandung secara online melalui Nomor HP. 0889-0535-8950.

Demikian pemberitahuan ini, atas perhatian dan kerjasama Fakultas dalam sosialisasi jadwal dan ketentuan pembayaran UKT, kami ucapkan terima kasih.

The post Jadwal Pembayaran UKT Mahasiswa Lama Semester Ganjil 2026/2027 appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/jadwal-pembayaran-ukt-mahasiswa-lama-semester-ganjil-2026-2027/feed/ 0
Pendaftaran Jalur Mandiri UIN Bandung Resmi Diperpanjang hingga 3 Juli 2026 Pukul 15.00 WIB https://uinsgd.ac.id/pendaftaran-jalur-mandiri-uin-bandung-resmi-diperpanjang-hingga-3-juli-2026-pukul-15-00-wib/ https://uinsgd.ac.id/pendaftaran-jalur-mandiri-uin-bandung-resmi-diperpanjang-hingga-3-juli-2026-pukul-15-00-wib/#respond Wed, 01 Jul 2026 23:12:15 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69171 UINSGD.AC.ID (Humas) — Kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Masa pendaftaran Penerimaan Mahasiswa […]

The post Pendaftaran Jalur Mandiri UIN Bandung Resmi Diperpanjang hingga 3 Juli 2026 Pukul 15.00 WIB appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — Kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Masa pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Mandiri tahun 2026 resmi diperpanjang hingga Jumat, 3 Juli 2026 pukul 15.00 WIB.

Perpanjangan ini memberikan kesempatan bagi para pendaftar yang belum menyelesaikan proses registrasi maupun masih melengkapi dokumen persyaratan untuk segera menuntaskan seluruh tahapan pendaftaran. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh Jalur Mandiri, kecuali Jalur Computer Based Test (CBT).

Untuk jalur yang masih dibuka dalam masa perpanjangan meliputi Jalur Tahfidz, Jalur Prestasi, Jalur Lulusan MAN Terbaik, Jalur Khusus Moderasi Beragama, Jalur Khusus Disabilitas, serta Jalur Portofolio SPAN-PTKIN/UTBK/SNBP/UM-PTKIN.

Panitia PMB mengimbau seluruh calon mahasiswa agar memanfaatkan tambahan waktu tersebut sebaik mungkin. Pastikan seluruh data yang diinput telah sesuai, dokumen persyaratan telah lengkap, serta proses pendaftaran diselesaikan sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman damba.uinsgd.ac.id. Segala informasi terbaru mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat dipantau melalui kanal resmi PMB UIN Bandung, baik website (pmb.uinsgd.ac.id) maupun media sosial resmi (@pmb.uinsgd)

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan mewujudkan cita-cita bersama kampus yang unggul, kompetitif, dan moderat berbasis rahmatan lil alamin.

The post Pendaftaran Jalur Mandiri UIN Bandung Resmi Diperpanjang hingga 3 Juli 2026 Pukul 15.00 WIB appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/pendaftaran-jalur-mandiri-uin-bandung-resmi-diperpanjang-hingga-3-juli-2026-pukul-15-00-wib/feed/ 0
Tingkatan Kualitas Pendidikan Berbasis Cinta, Dosen Prodi Ilmu Politik Jadi Narasumber di PTKIS https://uinsgd.ac.id/tingkatan-kualitas-pendidikan-berbasis-cinta-dosen-prodi-ilmu-politik-jadi-narasumber-di-ptkis/ https://uinsgd.ac.id/tingkatan-kualitas-pendidikan-berbasis-cinta-dosen-prodi-ilmu-politik-jadi-narasumber-di-ptkis/#respond Wed, 01 Jul 2026 23:05:37 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69181 UINSGD.AC.ID (Humas) — Dosen Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Dr. Hasan Mustapa, […]

The post Tingkatan Kualitas Pendidikan Berbasis Cinta, Dosen Prodi Ilmu Politik Jadi Narasumber di PTKIS appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — Dosen Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Dr. Hasan Mustapa, S.Fil.I., M.Si. menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion bertema Model Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) wilayah Jawa Barat serta Dinamika Politik Pendidikan.

Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 2026 ini, merupakan satu unsur pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan di dua kampus PTKIS: Institut Agama Islam (IAI) Al-Hidayah Bogor dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sirojul Falah Bogor.

Pada sesi pertama di IAI Al-Hidayah Bogor, Rektor IAI Al-Hidayah, Dr. Unang Wahidin, M.Pd.I. mengatakan bahwa transformasi dari STAI ke IAI memberikan dampak signifikan bagi perbaikan kualitas kampus.

Sekretaris Bidang Akademik Kopertais wilayah II Jawa Barat, Dr. H. Mohammad Jaenudin, M.Ag., M.Pd. memaparkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang sudah disosialisasikan oleh Kementerian Agama RI pada tahun 2025 diorientasikan agar secara transformatif menumbuhkan kampus yang melimpah kasih sayang, empati, dan kepedulian sebagai inti pembelajaran.

“Pembentukan karakter (Pancacinta) yang terdiri dari cinta kepada Tuhan (habl minalloh), ilmu, lingkungan, diri dan sesama (habl minannas), serta tanah air (hubb al-wathon),” tegasnya, Kamis (2/7/2026)

Dr. Hasan Mustapa, S.Fil.I., M.Si. Ketua Prodi Ilmu Politik FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung memaparkan dua siklus hubungan politik pendidikan. Pertama, Politics Shapes Education, politik membentuk pendidikan melalui dua hal: Policy & Funding serta Curriculum Control. Kedua, Education Shapes Politics, alur kebalikannya melalui Civic Engagement dan Democratic Values. “Tahap ini terjadi pada dua bahwa politik pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) merupakan arah kebijakan pemerintah (Kemenag) dan yayasan dalam mengelola, mengembangkan, serta mendanai pendidikan tinggi Islam swasta,” jelasnya.

Kebijakan ini berfokus pada penguatan kelembagaan, mutu akademik, digitalisasi, dan integrasi kurikulum moderasi beragama guna membentuk lulusan berkarakter.

Dr. Hasan menilai, Kementerian Agama (Kemenag) perlu menggagas peta jalan untuk mendorong PTKIS “naik kelas”. “Fokus utamanya adalah penguatan tata kelola institusi, akreditasi program studi yang profesional, dan peningkatan kualifikasi dosen,” bebernya.

Pada sesi kedua di STAI Sirojul Falah Bogor, pimpinan STAI, Kaimudin, S.Kom., M.Si. menjelaskan problem daya tahan PTKIS di tengah kompleksitas masalah sosial ekonomi masyarakat sehingga menghambat partisipasi pendidikan di perguruan tinggi.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas kolaborasi antara Kopertais, PTKIS dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang berbasis cinta” pungkasnya.

The post Tingkatan Kualitas Pendidikan Berbasis Cinta, Dosen Prodi Ilmu Politik Jadi Narasumber di PTKIS appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/tingkatan-kualitas-pendidikan-berbasis-cinta-dosen-prodi-ilmu-politik-jadi-narasumber-di-ptkis/feed/ 0
Menari dalam Irama, Berkarya dalam Harmoni: Festaria 2026 Jadi Panggung Kreativitas Mahasiswa PIAUD UIN Bandung https://uinsgd.ac.id/menari-dalam-irama-berkarya-dalam-harmoni/ https://uinsgd.ac.id/menari-dalam-irama-berkarya-dalam-harmoni/#respond Wed, 01 Jul 2026 14:44:11 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69117 UINSGD.AC.ID (Humas) — Festaria 2026 hadir sebagai panggung bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan […]

The post Menari dalam Irama, Berkarya dalam Harmoni: Festaria 2026 Jadi Panggung Kreativitas Mahasiswa PIAUD UIN Bandung appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — Festaria 2026 hadir sebagai panggung bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mengusung tema “Menari dalam Irama, Berkarya dalam Harmoni.”

Festival seni yang menjadi bagian dari pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) ini menghadirkan karya mahasiswa semester II, IV, dan VI melalui seni tari, musik, serta media pembelajaran edukatif sebagai wujud kompetensi calon pendidik anak usia dini.

Festaria 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan PIAUD, Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., CIPS., CHt., didampingi Sekretaris Jurusan Arif Nursihah, S.Th.I., M.A. di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG), Rabu (1/7/2026).

Ketua Pelaksana, Maulid Muhammad Al-Fath, menjelaskan bahwa Festaria merupakan singkatan dari Festival Tari dan Irama PIAUD 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi Ujian Akhir Semester bagi mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 melalui kolaborasi lintas angkatan dalam menampilkan kreativitas di bidang seni dan pendidikan anak usia dini.

“Festaria bukan sekadar wadah untuk menampilkan seni tari dan irama. Kegiatan ini kami rancang untuk menumbuhkan kreativitas, membangun kepercayaan diri mahasiswa, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antarmahasiswa PIAUD,” jelasnya.

Perwakilan dosen pengampu Mata Kuliah Seni Musik dan Seni Tari, Shelly Pratiwi, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas dukungan terhadap penyelenggaraan Festaria 2026 sebagai bentuk pelaksanaan UAS yang inovatif.

Menurutnya, pementasan seni musik dan seni tari yang ditampilkan mahasiswa merupakan implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan anak usia dini, mulai dari kemampuan psikomotorik, perkembangan bahasa, hingga pendidikan karakter.

Tidak hanya menghasilkan pertunjukan tari dan musik, proses pembelajaran pada mata kuliah tersebut juga melahirkan berbagai luaran berupa kostum, properti pertunjukan, aransemen musik, serta lagu-lagu edukatif yang dirancang dan diproduksi sendiri oleh mahasiswa. Seluruh karya tersebut menjadi bagian dari media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran anak usia dini di sekolah maupun lembaga PAUD.

“Pembelajaran di PIAUD tidak cukup hanya bersifat teoritis. Mahasiswa juga harus menguasai kompetensi pedagogik dan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan. Kami berharap pengalaman melalui Festaria ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar ketika kelak menjadi pendidik anak usia dini,” ujarnya.

Dalam arahannya, Ketua Jurusan PIAUD, Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., CIPS., CHt., menjelaskan bahwa pelaksanaan UAS tahun ini dikemas secara serentak melalui pertunjukan seni, gerak, dan expose alat permainan edukatif hasil karya mahasiswa semester II, IV, dan VI.

Model evaluasi ini tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi secara nyata sesuai bidang keilmuan Pendidikan Anak Usia Dini.

Pihak jurusan sangat mengapresiasi kolaborasi para dosen pengampu, khususnya Mata Kuliah Perkembangan Musik Anak Usia Dini dan Kajian Seni Tari Anak Usia Dini, yang berhasil menghadirkan Festaria sebagai model pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

“Pelaksanaan UAS Raya ini menjadi bentuk evaluasi yang lebih aplikatif melalui performa gerak, seni, dan expose alat permainan edukatif. Ke depan, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar semakin semarak, bahkan melibatkan peserta didik dari TK maupun RA di sekitar kampus sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, H. Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festaria 2026 sebagai inovasi pembelajaran yang mampu memadukan teori, praktik, kreativitas, dan kolaborasi mahasiswa.

Menurutnya, pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu menghasilkan pengalaman belajar yang autentik sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Festaria menunjukkan bahwa pembelajaran di FTK tidak berhenti pada penguasaan teori. Mahasiswa mampu menghasilkan karya nyata yang mencerminkan kompetensi pedagogik, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, sekaligus menghasilkan berbagai luaran pembelajaran seperti media edukatif, kostum, properti, musik, dan lagu yang siap diterapkan di satuan PAUD. Model evaluasi berbasis performa seperti ini menjadi bagian dari upaya FTK dalam melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan,” ujarnya.

Irama musik berpadu dengan gerak tari, sementara kreativitas mahasiswa tampil dalam harmoni di atas panggung. Kemeriahan acara semakin terasa melalui pemutaran after movie kegiatan serta penyerahan sertifikat kepada dosen pengampu dan perwakilan kelompok sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan karya yang telah dihasilkan.

Gebyar Seni Festaria 2026 menampilkan beragam karya mahasiswa semester IV dan VI, di antaranya Tari Kupu-Kupu Terbang Tinggi, Selalu Ada di Nadimu dan Sempurna, Tari Buah-buahan, Kepompong dan Tiba-tiba, Tari Gema Budaya Pasundan, 4 Kata Ajaib dan Manuk Dadali, Tari Harmoni Alam Desa, Kasih Ibu dan Boria, Tari Jejak Simbiosis di Tengah Sawah, Setinggi Langit dan Ajaib, Tari Profesi di Ibu Kota, Kalau Kau Suka Hati dan Gembira Berkumpul, Tari Persahabatan Biri-biri, Ibu Kita Kartini dan Terhebat, Tari Sahabat Rimba, serta Laskar Pelangi dan Satu-satu. Seluruh penampilan dipersembahkan oleh mahasiswa dalam kelompok-kelompok kolaboratif sebagai bagian dari penilaian UAS berbasis performa.

Lebih dari sekadar media evaluasi pembelajaran, Festaria 2026 menjadi ruang apresiasi bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran pada aspek seni, kreativitas, perkembangan fisik-motorik, kemampuan berbahasa, inovasi media pembelajaran, serta menghasilkan luaran pembelajaran berupa kostum, properti, musik, dan lagu edukatif yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar anak usia dini.

Dengan adanya Festaria 2026, Jurusan PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap pelaksanaan UAS tidak lagi dipandang sebatas evaluasi akademik, tetapi menjadi ruang yang mampu memadukan kreativitas, seni, kolaborasi, dan inovasi dalam mencetak calon pendidik anak usia dini yang profesional, percaya diri, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan melalui prinsip belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar.

The post Menari dalam Irama, Berkarya dalam Harmoni: Festaria 2026 Jadi Panggung Kreativitas Mahasiswa PIAUD UIN Bandung appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/menari-dalam-irama-berkarya-dalam-harmoni/feed/ 0
Kekuatan Ide dan Rencana Implementasi Jadi Kunci, UIN SGD Bandung Satu-satunya PTKIN yang Mewakili Indonesia di Final Genera-Z Berbakti 2026 https://uinsgd.ac.id/kekuatan-ide-dan-rencana-implementasi-jadi-kunci-uin-sgd-bandung-satu-satunya-ptkin-yang-mewakili-indonesia-di-final-genera-z-berbakti-2026/ https://uinsgd.ac.id/kekuatan-ide-dan-rencana-implementasi-jadi-kunci-uin-sgd-bandung-satu-satunya-ptkin-yang-mewakili-indonesia-di-final-genera-z-berbakti-2026/#respond Wed, 01 Jul 2026 11:51:59 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69150 UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung mencatatkan prestasi membanggakan sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang […]

The post Kekuatan Ide dan Rencana Implementasi Jadi Kunci, UIN SGD Bandung Satu-satunya PTKIN yang Mewakili Indonesia di Final Genera-Z Berbakti 2026 appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung mencatatkan prestasi membanggakan sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang berhasil melaju ke babak final Genera-Z Berbakti 2026, program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Bakti BCA.

Pada babak battle pertama, Tim UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhadapan dengan Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperebutkan kesempatan melaksanakan program pengabdian di Desa Wisata Kreatif Terong, Kepulauan Bangka Belitung.

Kehadiran UIN Bandung di panggung final menjadi bukti bahwa PTKIN mampu bersaing sejajar dengan berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia melalui inovasi, riset, dan gagasan yang berdampak bagi masyarakat.

Genera-Z Berbakti 2026 menghadirkan tantangan yang tidak hanya menguji kualitas ide, tetapi kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, mental, dan kesiapan implementasi program. Di hadapan panelis Nicholas Saputra, Cinta Laura Kiehl, dan Tri Mumpuni, setiap tim dituntut mampu membuktikan bahwa inovasi yang mereka tawarkan dapat diterapkan secara nyata di desa binaan Bakti BCA.

Sebelum battle dimulai, seluruh finalis diminta menuliskan komitmen mereka terhadap masyarakat Desa Terong. Ripki Albabila (Rifki) dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan bahwa semangat pengabdian menjadi landasan utama timnya.

“Khoirunnas anfa’uhum linnas. Ilmu yang didapatkan akan lebih bermakna jika dimanfaatkan. Hal ini menjadi fondasi untuk menjalankan setiap program yang akan dilakukan di Desa Terong,” tulis Rifki.

Sementara itu, Tim UGM menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga kekompakan dalam mengemban misi pengabdian.

Pada Stage One: Idea Pitch, kedua tim menawarkan konsep yang berbeda. Tim UGM mengusung proposal bertajuk Optimalisasi Potensi Lokal Desa melalui Sustainable Tourism dan Inovasi Berbasis Green-Blue Economy untuk Meningkatkan Kesejahteraan, sedangkan Tim UIN menghadirkan inovasi DESA HIDUP: Smart Eco-Tourism untuk Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Lingkungan dan Digital.

Tri Febriansah dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Adrian Putra/Liputan6.com)

Meski sempat diliputi rasa gugup, Tri Febriansah berhasil mempresentasikan konsep yang dikembangkan timnya dengan penuh keyakinan. “Saya bisa lebih bagus nggak ya? Saya mampu nggak ya dapat seperti itu? Tapi saya optimis. Saya yakin,” ungkapnya.

Memasuki Stage Two: Think Tank, para panelis menguji kedalaman konsep, keberlanjutan program, hingga kesiapan teknologi yang diusulkan. Salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika Tessa Rahayu dari UIN harus mendemonstrasikan prototipe yang dikembangkan timnya.

“Aku bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari panelis, dan aku bisa mengintegrasikan program yang kita bawa dengan jawaban-jawaban aku,” ujarnya setelah sesi berlangsung.

Selanjutnya pada Stage Three: Head to Head, kedua tim saling mengkritisi sekaligus mempertahankan gagasan masing-masing berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan. Debat berlangsung dinamis dan menunjukkan kualitas argumentasi kedua tim yang sama-sama kuat.

Menjelang penentuan hasil, panelis Tri Mumpuni mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

The best technology is technology that you can bring as close as possible sesuai dengan kemampuan rakyat,” jelasnya.

Keberhasilan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menembus babak final Genera-Z Berbakti 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi sivitas akademika UIN Bandung, tetapi juga bagi seluruh PTKIN di Indonesia. Sebagai satu-satunya PTKIN yang tampil pada kompetisi nasional ini, UIN Bandung menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki kapasitas yang kuat dalam melahirkan inovasi sosial, solusi berbasis riset, serta program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Stage Two: Think Tank antara Tessa Rahayu dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Nauval Rajwaa Raysendria dari UGM. (Adrian Putra/Liputan6.com)

Genera-Z Berbakti merupakan program yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menciptakan inovasi sosial melalui Desa Bakti BCA. Setelah melalui tahapan seleksi proposal dan penjurian final, peserta terpilih akan mengikuti bootcamp sebelum melaksanakan implementasi program pengabdian yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dan Alumni, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa yang berhasil membawa nama baik UIN Bandung di ajang nasional.

“Keberhasilan Tim UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tampil pada babak final Genera-Z Berbakti 2026 merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Bandung memiliki daya saing, kapasitas akademik, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadirkan solusi inovatif yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Prof. Husnul Qodim, partisipasi mahasiswa dalam kompetisi nasional seperti Genera-Z Berbakti bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi media aktualisasi nilai-nilai keilmuan dan pengabdian yang menjadi karakter UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Kami berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Membawa nama baik UIN Bandung di tingkat nasional adalah sebuah amanah yang harus dijaga dengan integritas, kerja sama, dan dedikasi terbaik,” tegasnya.

Guru Besar Fakultas Ushuluddin ini menegaskan bahwa universitas akan terus memberikan dukungan terhadap mahasiswa yang aktif berprestasi dan berkontribusi melalui berbagai ajang akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperluas kontribusi bagi bangsa. Kami optimistis mahasiswa UIN Bandung mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat sekaligus mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

The post Kekuatan Ide dan Rencana Implementasi Jadi Kunci, UIN SGD Bandung Satu-satunya PTKIN yang Mewakili Indonesia di Final Genera-Z Berbakti 2026 appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/kekuatan-ide-dan-rencana-implementasi-jadi-kunci-uin-sgd-bandung-satu-satunya-ptkin-yang-mewakili-indonesia-di-final-genera-z-berbakti-2026/feed/ 0
Haflah Takhrij Ma’had Al-Jami’ah 2026: Catalyst Generation Berakhlak, Berilmu, dan Siap Mengabdi https://uinsgd.ac.id/haflah-takhrij-mahad-al-jamiah-2026-catalyst-generation-berakhlak-berilmu-dan-siap-mengabdi/ https://uinsgd.ac.id/haflah-takhrij-mahad-al-jamiah-2026-catalyst-generation-berakhlak-berilmu-dan-siap-mengabdi/#respond Wed, 01 Jul 2026 11:30:33 +0000 https://uinsgd.ac.id/?p=69122 UINSGD.AC.ID (Humas) – Haflah Takhrij Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2026 menjadi momentum lahirnya Catalyst Generation, generasi yang diharapkan […]

The post Haflah Takhrij Ma’had Al-Jami’ah 2026: Catalyst Generation Berakhlak, Berilmu, dan Siap Mengabdi appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
UINSGD.AC.ID (Humas) – Haflah Takhrij Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2026 menjadi momentum lahirnya Catalyst Generation, generasi yang diharapkan memiliki akhlak mulia, keluasan ilmu, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat. Mengusung tema “Akhir dari Perjalanan, Awal dari Pengabdian yang Sesungguhnya”, kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pembinaan di Ma’had sekaligus awal perjalanan pengabdian bagi para mahasantri.

Prosesi Haflah Takhrij Catalyst Generation Batch 16 yang diikuti 371 mahasantri berlangsung khidmat di Gedung Anwar Musaddad, Rabu (1/7/2026). Pelantikan dipimpin oleh Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., serta dihadiri pimpinan universitas, para Dekan, Direktur, Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah, para pengurus, dosen, musyrif, musyrifah, orang tua, dan tamu undangan.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun Akademik 2025/2026 tentang Penetapan Predikat Mahasantri yang dibacakan oleh Sekretaris Ma’had Aljami’ah Dr. H. Aep Saepuloh, M. Si. bahwa sebanyak 218 mahasantri meraih predikat Mumtaz, yang terdiri atas 23 mahasantri putra dan 195 mahasantri putri. Selanjutnya, 81 mahasantri memperoleh predikat Jayyid Jiddan, terdiri atas 24 putra dan 57 putri. Predikat Jayyid diraih oleh 37 mahasantri, yakni 29 putra dan 8 putri, sedangkan 35 mahasantri memperoleh predikat Maqbul, yang terdiri atas 34 putra dan 1 putri.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., menegaskan bahwa lulusan Ma’had Al-Jami’ah diharapkan mampu menghadirkan kualitas keimanan yang tercermin dalam akhlakul karimah, keluasan ilmu, dan keunggulan amal.

“Kami berharap alumni Ma’had Al-Jami’ah dapat menunjukkan kualitas keimanan yang terefleksi dalam kemuliaan akhlakul karimah, keluasan ilmu, dan keunggulan amal. Karakter tersebut hendaknya tercermin dalam kehidupan akademik di kampus maupun kehidupan sosial di keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pembinaan di Ma’had harus menjadi modal utama dalam mengembangkan kapasitas diri, memperkuat keilmuan integratif, serta melahirkan amal saleh yang fungsional dan berdampak bagi masyarakat.

Guru Besar Islam Nusantara ini menambahkan, berbagai program pembelajaran, pembinaan, dan pendidikan di Ma’had Al-Jami’ah diharapkan terus memberikan kontribusi positif terhadap prestasi akademik maupun nonakademik mahasiswa. Salah satunya melalui pembelajaran kitab-kitab turats yang menjadi bekal penting bagi mahasantri untuk memahami khazanah keilmuan Islam klasik, dan berusaha mentransformasikannya secara relevan dalam konteks kekinian dan keindonesiaan.

“‘Alā kulli hāl, selamat kepada seluruh mahasantri yang telah menyelesaikan proses pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah. Haflah Takhrij bukanlah akhir dari perjalanan thalabul ‘ilmi, melainkan salah satu stase dalam perjalanan menuntut ilmu untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik, fi al-dunyā wal ākhirah,” tuturnya.

Dalam laporannya, Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Abdul Hadi, M.Ag., menegaskan bahwa Haflah Takhrij bukanlah waktu untuk berpisah, melainkan momentum pembuktian diri atas identitas yang telah dibangun selama satu tahun mengikuti pembinaan di Ma’had.

“Haflah Takhrij bukan waktu berpisah, tetapi kesempatan untuk membuktikan identitas yang telah disandang selama satu tahun sebagai Catalyst Generation. Nilai-nilai yang diperoleh di Ma’had harus terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Konsep Catalyst Generation merupakan simbol generasi penggerak perubahan yang mampu mempercepat lahirnya berbagai kebaikan. Dalam pandangan para ulama, termasuk pemikiran Imam Syafi’i, generasi terbaik adalah mereka yang mampu membaca masa depan dengan cerdas, memiliki visi yang jelas, serta memilih jalan kebaikan.

Terdapat tujuh karakter utama yang harus melekat pada setiap lulusan Catalyst Generation, yakni visioner, inisiatif, motivator, adaptif, kolaboratif, produktif, dan inspiratif.

“Selama satu tahun pembinaan, para mahasantri menunjukkan inisiatif yang tinggi, tidak menunggu instruksi untuk berbuat baik, memiliki motivasi kuat mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, kepemimpinan, dan pengembangan diri. Mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, berkolaborasi dengan berbagai pihak, produktif dalam berkarya, serta menginspirasi orang lain untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik,” jelasnya.

Tentunya karakter itu harus terus dibawa setelah para mahasantri kembali ke masyarakat. “Jadilah generasi yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain untuk berbuat baik. Kami mungkin belum mampu memberikan yang terbaik dalam segala hal, tetapi kami berusaha menanamkan akhlak dan karakter terbaik kepada para mahasantri. Insyaallah, seluruh alumni Ma’had Al-Jami’ah akan menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan membawa manfaat di mana pun mereka berada,” pesannya.

Direktur mengajak para orang tua untuk terus mendukung pendidikan karakter melalui Ma’had Al-Jami’ah serta mengajak keluarga, kerabat, dan masyarakat agar mempercayakan putra-putrinya mengikuti pembinaan di Ma’had sebagai bagian dari penguatan keilmuan, akhlak, dan kepemimpinan.

Haflah Takhrij Catalyst Generation Batch 16 menjadi penegasan bahwa pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah tidak berhenti pada masa tinggal selama satu tahun. Sebaliknya, nilai-nilai yang telah ditanamkan menjadi bekal bagi para alumni untuk terus belajar sepanjang hayat, mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga akhlakul karimah, serta memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Direktur Ma’had Al-Jami’ah menetapkan predikat kelulusan, dengan memberikan penghargaan kepada enam mahasantri berprestasi. Pada kategori putra, Aliansyah dari Program Studi Teknik Elektro meraih nilai tertinggi 92,85 dengan predikat Mumtaz. Posisi kedua ditempati Ahmad Fathi Fatahillah dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam dengan nilai 89,59, serta Bagas Abdulloh Tamimi dari Program Studi Hukum Pidana Islam dengan nilai 87,90, yang keduanya memperoleh predikat Mumtaz.

Untuk kategori putri, Maulidiya Navy Putri Pamuji dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam menjadi peraih nilai tertinggi dengan skor 93,33 dan predikat Mumtazah. Navara Syelna Fiizia dari Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi memperoleh nilai 92,27, serta Laila Srianjani dari Program Studi Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) meraih nilai 91,95. Keduanya berhasil memperoleh predikat Mumtazah.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter dan akhlak, tetapi berusaha mendorong lahirnya mahasantri yang unggul dalam bidang akademik, siap melanjutkan perjalanan menuntut ilmu, serta memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian lengkap Haflah Takhrij Catalyst Generation Batch 16 Tahun 2026, dokumentasi kegiatan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

The post Haflah Takhrij Ma’had Al-Jami’ah 2026: Catalyst Generation Berakhlak, Berilmu, dan Siap Mengabdi appeared first on UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

]]>
https://uinsgd.ac.id/haflah-takhrij-mahad-al-jamiah-2026-catalyst-generation-berakhlak-berilmu-dan-siap-mengabdi/feed/ 0